Install Steam
sign in
|
language
简体中文 (Simplified Chinese)
繁體中文 (Traditional Chinese)
日本語 (Japanese)
한국어 (Korean)
ไทย (Thai)
Български (Bulgarian)
Čeština (Czech)
Dansk (Danish)
Deutsch (German)
Español - España (Spanish - Spain)
Español - Latinoamérica (Spanish - Latin America)
Ελληνικά (Greek)
Français (French)
Italiano (Italian)
Bahasa Indonesia (Indonesian)
Magyar (Hungarian)
Nederlands (Dutch)
Norsk (Norwegian)
Polski (Polish)
Português (Portuguese - Portugal)
Português - Brasil (Portuguese - Brazil)
Română (Romanian)
Русский (Russian)
Suomi (Finnish)
Svenska (Swedish)
Türkçe (Turkish)
Tiếng Việt (Vietnamese)
Українська (Ukrainian)
Report a translation problem

Sampai di sana, dia terkejut — rupa-rupanya pertandingan laga ayam! Tak mahu nampak pelik, Amir pinjam seekor ayam dari pak ciknya dan menamakan ia Puteri Bulu Emas. Tapi ayam itu tak suka berlawan — ia lebih suka menari!
Setiap kali lawan menyerang, Puteri Bulu Emas berpusing, mengepak, dan membuat penonton ketawa terbahak. Akhirnya dia kalah di pusingan akhir, tapi Amir tetap diberi tempat kedua dan gelaran khas: “Ayam Paling Bergaya 2025.”
Amir tersenyum, “Tak apa, yang penting gaya tetap juara!”